oleh

Kisruh Walikota dan Wawako Pangkalpinang, Rektor Unmuh : Selesaikan Secara Melayu, Karena Kita Orang Melayu

PANGKALPINANG, DIKSINEWS.COM — Permasalahan yang terjadi belakangan antara Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang saat ini menjadi perhatian dari Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri S.T M.Eng.

Bahkan menurut Rektor ini, permasalahan tersebut saat ini sudah menjadi perhatian masyarakat ataupun publik.

“Yang namanya berseteru itu tidak bagus, apalagi seorang pemimpin yang merupakan suri tauladan. Jika pemimpin kisruh otomatis rakyatnya bingung,” katanya, Rabu (10/11/21).

Terkait hal itu kata dia apapun masalahnya biar diselesaikan secara melayu. Diketahui bersama orang melayu itu terkenal dengan tata krama menghormati.

“Tidak usa terlampau formal la dalam menyikapi ini. Saya kenal dengan Walikota maupun Wakil Walikota, terlebih Walikota sendiri merupakan satu almamater dengan saya dan Sopian juga sangat kenal persis,” ucapnya.

“Terlepas dari semua ini, saya harap Pangkalpinang harus kuat , karena Pangkalpinang merupakan ibu kota. Harus Bangkit,” tegasnya.

Lanjutnya, pemimpin itu yang jelas untuk menjalankan amanah. Amanah masyarakat  yang nantinya akan di pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.

“Saran saya tidak usa di besar-besarkan dan begitu juga media, jangan di besar-besarkan. Semakin besar semakin  tidak akan selesai. Tidak elok,” sebutnya.

Lebih jauh ia menyampaikan bahwa di satu sisi Walikota tidak mau disalahkan dan Wakil Walikota juga jangan merasa dirinya paling benar.

Jika semuanya merasa benar, bukan berarti orang yang merasa benar itu sudah benar dan orang yang tidak mengakui kesalahan itu adalah orang yang tidak bersalah.

“Inilah yang namanya kebijaksanaan yang kita harapkan, filosofi- filosofi kepemimpinan di Babel ini adalah dengan kebersamaan musyawarah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa terlihat dihari sebelumnya, sudah ada pertemuan antara Walikota dan Wakil Walikota. Dan terlihat  sudah saling memaafkan dan berpelukan.

“Didalam aturan, tupoksi masing-masing sudah diatur, sudah ada undang-undang. Disini tinggal kita sebagai pucuk pimpinan top leader harus bisa mampu memberdayakan semuanya. Berharap damai lah. Karena damai itu indah,” pungkasnya.

(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *