oleh

Walikota Pangkalpinang Hadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Pangkalpinang ke 264

DiksiNews.com, Pangkalpinang — Memperingati Hari Jadi kota Pangkalpinang ke – 264 , Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Pangkalpinang menggelar Rapat Paripurna  Istimewa kesatu masa persidangan satu tahun 2021 di ruang rapat paripurna DPRD kota Pangkalpinang, Jum’at ( 17/09 ).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pangkalpinang Abang Hertza didampingi Wakil ketua I Rodiansyah Rasyid, dan Wakil ketua II Zubaidah beserta anggota DPRD Pangkalpinang lainnya.

Dihadiri pula Walikota kota Pangkalpinang Maulan Aklil, dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian beserta pejabat eselon di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.

Abang Hertza mengatakan, ini merupakan momentum untuk evaluasi bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk melaksanakan tugas yang memang berbasis kepada masyarakat. Apalagi di usia yang tak lagi muda ini

Ia menyampaikan beberapa sejarah sampai terbentuknya kota Pangkalpinang ini yang dimana merupakan Provinsi ke 31 Republik Indonesia.

“Setelah proklamasi kemerdekaan republik indonesia pada tanggal 12 oktober semua 1945 terbentuklah pemerintah daerah otonomi termasuk di keresidenan Bangka Belitung kota dan kabupaten yang dibentuk pun menjadi daerah yang berotonomi,” ungkapnya.

Hal ini diperkuat dengan ketetapan Gubernur Sumatera pada tanggal 17 Mei 1946 dengan nomor 103 di antara kota-kota yang telah ditunjuk sebagai kota yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri dalam lingkungan Sumatera Selatan adalah Kota Pangkalpinang sebagai kota berotonomi.

Pada tanggal 22 April 1950 Pangkalpinang  ditetapkan menjadi Ibukota kewedanaan Bangka Tengah yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pangkal Pinang Kecamatan mendo barat dan Kecamatan Sungai Selan.

Pada tanggal 14 November 1956 Pangkalpinang berkembang menjadi kota kecil yg membentuk pemerintahan kota pada tahun 1956. Perkembangan selanjutnya Pangkalpinang menjadi kota Toraja  pada tahun 1950 dan berdasarkan undang-undang nomor 1 17 Januari 1957.

Selanjutnya perkembangan Kota Pangkalpinang berdasarkan undang-undang nomor 27 tahun 2007 kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pangkal Pinang merupakan ibukota provinsi yang ke 31 di Republik Indonesia dengan menjadi ibukota Provinsi.

“Kota pangkalpinang menjadi pusat kegiatan wilayah yang meliputi segala aspek segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya

Karakteristik perkembangan kota pangkalpinang saat ini memasuki stadium modern menuju metropolis. Pada stadium ini perkembangan kota ditandai dengan kemajuan berbagai bidang kegiatan perkembangan dan perkembangan kota pada stadium modern sudah mengarah dengan wilayah administrasi.

“Seperti yang kita ketahui, kota Pangkalpinang tidak sesederhana dulu. Sekarang sudah memasuki stadium Modern menuju Metrapolis yang akan bertumbuh dan berkembang yang sudah mengarah ke wilayah administrasi,”

Pada tahap atau stadium modern ini terjadi  gabungan beberapa pusat kegiatan perkotaan di wilayah sehingga menentukan batas dan ruang wilayah perkotaan menjadi sulit. Tantangan dan permasalahan walikota perlu penanganan yang serius dan sistemik serta membutuhkan kepedulian seluruh komponen masyarakat.

“Oleh sebab itu dalam membentuk peringatan hari jadi kota pangkalpinang saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli dan bersama-sama aktif memperhatikan dan dengan segala kemampuan yang dimiliki turut dalam pembangunan dan kemajuan kota yang kita cintai,” ujar Abang Hertza

“Kerja bersama memang dibutuhkan karena semangat kerja bersama adalah semangat gotong-royong dan gotong royong adalah ciri mendasar yang menjadi kepribadian bangsa Indonesia,” ujarnya kembali

Sambutan selanjutnya oleh Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil.

Pangkalpinang sebagai pusat kegiatan pusat pemasaran dan pusat pusat perdagangan pusat dalam konteks ekonomi berfungsi sebagai pendukung . Oleh sebab itu kita berupaya agar perekonomian Pangkalpinang terus maju dan berkembang walaupun di satu sisi kita harus beregu dengan upaya pandemi covid 19 dan dan sangat beralasan tema yang kita usung pada peringatan hari jadi Pangkalpinang tahun ini adalah sehat Senyum immunity .

“Kita berupaya agar masyarakat tetap tumbuh dan berkembang serta kesehatan masyarakat terjaga dengan baik dalam konteks ini pangkal berfungsi sebagai tempat kedudukan Demang yang di angkat langsung oleh Sultan dalam pemilihan secara politis,” ujarnya

Pangkalpinang yang dalam tradisi sejarah politik dan pemerintahan adalah sebagai pusat politik dan pemerintahan Bangka Belitung dari zaman sejarah penataan Pancasila sebagai Bangka Belitung adalah 1 penyesuaian agar ibu kota provinsi dapat maju dan sejajar dengan ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Penataan kota disamping disamping tampilan Kota memberikan kenyamanan dan dan berbagai fasilitas pendukung bagi masyarakat dan tamu yang datang ke Pangkalpinang sebagai sebagai Kota bersejarah.

Sebagai kota modern, harus berubah-ubah contoh dengan melakukan membangun taman kota berbasis budaya dan pengembangan kawasan pusat bersejarah dengan notasi mengadaptasi bangunan bersejarah sebagai penanda kota tetap mengembangkan dan memanfaatkan nya dengan perpaduan antara fungsi elit dan fungsi pariwisata untuk penataan kota disamping mempercantik penampilan kota, memberikan kenyamanan pendukung bagi masyarakat pendatang serta kita harus menampilkan semangat berbagai peradaban yang religius.

” saat ini kita sedang melakukan merencanakan pembangunan fasilitas ibadah bagi masyarakat yaitu dengan membangun sebuah Masjid Agung Kubah Timah Pangkalpinang. Dan konsep konsep Masjid berarsitektur Kubah timah untuk itu perlunya dukungan dan doa dari DPRD dan seluruh komponen masyarakat Pangkalpinang sangat Kami harapkan dalam dalam konteks masyarakat,” harapnya

Tantangan terberat pembangunan sosial budaya masyarakat adalah membangun mentalitas masyarakat perkotaan yang berbudaya kita bersyukur saat ini kota kita sudah menjadi yang ramah 6 fasilitas publik area juga Mulai kita tata kota ini menjadi kota yang ramah bagi siapa saja sesuai dengan visinya kota beribu senyuman.

Melalui penggalan penggalan sejarah di atas diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi dan edukasi bahwa kota dan lingkungan tempat hidup tempat tinggal serta tempat kita berinteraksi interaksi antar sesama merupakan kawasan yang penuh dengan jejak peristiwa sejarah dengan mengetahui dan mempelajari jejak kurusan sejarah. Diharapkan tumbuh pemahaman terhadap pengembangan kota ke Pangkalpinang dari dari satu tahapan ke tahapan selanjutnya memahami dengan baik filosofi kota akan membawa kita kepada tindakanmu yang bijaksana terhadap perusahaan pembangunan dan perkembangan kota sebab melalui sejarah dapat ditelusuri kata karakteristik sosial ekonomi dan budaya sebuah kota.

Pada landasan historis filosofis dan karakteristik inilah tanggal Pangkalpinang harus kita bangun.

( red/umi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *