oleh

Wakil Walikota Pangkalpinang Hadiri Rapat Paripurna Pembahasan Perubahan APBD dan nota Keuangan tahun 2021

DiksiNews.com, Pangkalpinang — Wakil Walikota Muhammad Sopian  menghadiri rapat paripurna yang di laksanakan di ruang rapat paripurna DPRD kota Pangkalpinang, wakil walikota Pangkalpinang tentang perubahan APBD dan nota keuangan perubahan APBD tahun anggaran 2021. (Kamis,16/9).

Dalam rapat ini Wakil Walikota (Wawako) Pangkalpinang, Muhammad Sopian membahas tentang  perubahan APBD dan nota keuangan APBD Kota Pangkalpinang tahun ajaran 2001 mengacu pada Peraturan pemerintahan nomor 12 tahun 2019 tentang keuangan daerah dalam pasal 177 menyebutkan bahwa kepala kepala daerah wajib menyampaikan rancangan tentang perubahan APBD kepada DPRD disertai penjelasan dan dokumen untuk dibahas dalam rangka memperoleh persetujuan bersama paling lambat minggu kedua bulan September.

Anggaran berkenan selanjutnya sesuai dengan pasal 161 ayat ayat 2 pemerintah nomor dua nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah pengelolaan keuangan daerah menyebutkan bahwa perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi a perkembangan tidak sesuai dengan asumsi KUA.

Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar organisasi, antar unit organisasi, antar program, antar kegiatan, dan antar jenis belanja.

Anggaran sebelumnya harus digunakan dalam tahun anggaran yang berjalan. Keadaan darurat dan dan Ega dan luar biasa penyampaian Perda tentang perubahan APBD serta disertai dokumen pendukung terdiri atas nota keuangan dan rancangan perkada penjabaran perubahan APBD, defisit anggaran pada peralihan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 mencapai Rp. 102,1 miliar. Hal itu naik Rp..57,8 miliar dari sebelumnya hanya sekitar Rp. 44,3 miliar.

Dampak dari desifit covid-19 berpengaruh terhadap keuangan dan secara nasional hampir mengalami defisit anggaran

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 saya  harapkan pembangunan dapat berlangsung dengan baik dan berkualitas dalam rangka pemulihan ekonomi daerah akibat dampak pandemi Covid-19,” ucap sopian

Raperda APBD tahun 2021 yang dirumuskan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tercatat pendapatan daerah semula dianggarkan sebesar Rp. 890,7 miliar berubah menjadi sebesar Rp. 916,9 miliar.

Pendapatan tersebut terdiri pendapatan asli daerah (PAD) yang semula dianggarkan sebesar Rp137,4 miliar bertambah menjadi sebesar Rp142,4 miliar.

Kemudian dana transfer semula dianggarkan sebesar Rp753,2 miliar, berubah menjadi Rp739,4 miliar.

Sopian juga  menyampaikan bahwa pendapatan  daerah yang sah, yang sebelumnya tidak dianggarkan, pada Perubahan APBD tahun anggaran 2021 ini dianggarkan sebesar Rp35,1 miliar. Pendapatan ini bersumber dari pendapatan hibah yang yaitu dana bantuan operasional dari sekolah (BOS) SD dan SMP.

Untuk rencana alokasi belanja semula dianggarkan sebesar Rp935,08 miliar berubah menjadi sebesar Rp1,01 triliun. Sedangkan penerimaan pembiayaan daerah yang dianggarkan sebesar Rp48,3 miliar berubah menjadi sebesar Rp95,8 miliar.

Untuk pengeluaran pembiayaan tetap yang  dianggarkan sebesar Rp4 miliar yang akan  direncanakan untuk penyertaan modal  Dan  Kemudian pembiayaan netto dianggarkan sebesar Rp91,8 miliar.

“Pembiayaan netto yang sebelumnya sebesar Rp44,3 miliar, sehingga masih terdapat sisa kurang pembiayaan anggaran tahun  sebesar Rp10,3 miliar” pungkasnya.

Semoga penyesuaian yang dilakukan dalam perubahan APBD tahun anggaran 2021 di kota pangkalpinng  ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat walaupun dengan kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas.

Dalam rapat ini wakil walikota juga meminta kepada aparatur pemerintah Kota Pangkalpinang untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan keuangan daerah secara benar, tepat sasaran, efisien dan akuntabel, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“ pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan bantuan OPD dalam semua membangun kota Pangkalpinang. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir kegiatan masyarakat dapat berjalan seperti semula dengan tatanan hidup normal yang baru” Harap Sopian.

( red/umi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *