oleh

Walikota Pangkalpinang Hadiri Giat Pemberdayaan Alternatif bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba

DiksiNews.com, Pangkalpinang — Badan Narkoba Nasional (BNN) provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Alternatif Melalui Pengembangan Wirausaha bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba, Selasa, (14/9).

Kepala BNN Provinsi Bangka Belitung, Brigjen Pol M. Zainul Muttaqien menyebutkan pembekalan ini bertujuan untuk memulihkan kawasan – kawasan yang rawan Narkoba menjadi lebih aman dan produktif.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil yang juga akan mengisi sambutan atau pembekalan di kegiatan pada hari ini di Kantor Kecamatan Bukit Intan.

” Terimakasih kepada BNN yang telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Alternatif Melalui Pengembangan Wirausaha bagi Masyarakat Kawasan Rawan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, “Pungkas Maulan Aklil.

Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan menjadi kawasan rawan Narkoba.

Program BNN yang menjadi daya tarik walikota Pangkalpinang tersebut adalah adanya program membantu bibit Jahe Merah dan bibit Vanilla, di bulan Agustus lalu, Kelurahan Pasir Putih sudah dibantu bibit Jahe Merah yang telah diberikan kepada masing – masing RT setempat sebanyak 1kg bibit yang berjumlah 50 polibek .

“ini saya tanya kepada Bpk Muttaqien tadi, kira-kira ada market-nya nggak?, ” tanya Bpk Maulan Aklil kepada Kepala BNN. ternyata ada bapak asuh dan ibu asuh yang menjadi Buyer nya / pembelinya,” jawab nya .

Maulan Aklil meminta agar pembagian Jahe Merah dikembangkan ke kelurahan-kelurahan yang lain. jadi tidak hanya untuk daerah yang rawan Narkoba saja.

“saya rasa ini sangat bagus sekali untuk pemberdayaan masyarakat kita di saat Covid-19 seperti sekarang ini. jika melalui inisiasi dari BNN ini bisa untuk membantu masyarakat saya , lumayan untuk menambah uang sayur kenapa tidak?,” ujar nya.

Maulan Aklil siap memperioritaskan , jika ini bisa untuk skala besar. karena peluang-peluang seperti ini yang akan dia tangkal cepat untuk kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan yang sama , Bpk Muttaqien selaku kepala BNN juga memberikan pembekalan kepada tamu undangan .

” pusat laboratorium BNN telah menemukan 76 jenis macam Narkoba yang beredar di Indonesia. dari 76 ini sebanyak 72 zat yang telah terdaftar dalam kekhawatiran regulasi UU kesehatan. jadi masih ada 4 lagi yang belum masuk regulasi UU kesehatan ,” pungkasnya.

Oleh karenanya untuk melakukan penguatan upaya P4BN pad tanggal 28 Agustus 2020 lalu, Bpk Presiden Joko Widodo telah menandatangani  impres No. 2 tahun 2020 tentang rencana Aksi Nasional  penegakan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran Narkoba.

Melalui impres ini presiden menginstruksikan kepada para pimpinan kementerian kelembagaan kepala daerah Gubernur, Bupati, Walikota sampai dengan kepala desa dan lurah untuk turut berperan dalam Aksi Nasional tersebut di wilayah masing-masing.

( red/umi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *