oleh

GP Anshor Kabupaten Bangka Gelar Silaturrahmi Kebangsaan bersama Milenial jaga NKRI Rawat Kebhinekaan

DiksiNews.com, Belinyu — GP Anshor Kabupaten Bangka melaksanakan giat silaturrahmi kebangsaan bertemakan Bersama Milenial jaga NKRI Rawat Kebhinekaan ” yang dibuka langsung oleh Camat Belinyu Syarli Nopriansyah di rumah dinas Kerisidenan Camat Belinyu Kabupaten Bangka, Minggu ( 10/04 ).

Acara ini dihadiri oleh forkopimcam Belinyu menghadirkan narasumber dari Kanit 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel AKP M. Ridwan, SH yang didampingi oleh IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE selaku Panit. 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel

Camat Belinyu, Syarli Nopriansyah mengatakan saya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan pimpinan Cabang GP Ansor ini dan atas nama Kecamatan Belinyu meminta maaf kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana.

” Saya berharap pimpinan GP Ansor Kab. Bangka dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan yang terbaik untuk kecamatan Belinyu. Berbicara tentang kebhinekaan saya pastikan 8 Kec yang ada di Kab Bangka miniatur nya ada di Kec. Belinyu. Mudah mudahan dengan diadakan diskusi ini banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari para Narasumber yang akan disampaikan nantinya dan ilmu materi yang diberikan kepada millenial Kec Belinyu dapat bermanfaat ” harapnya.

Pada penyampaian materi inti oleh Kanit 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel AKP M. Ridwan, SH yang didampingi oleh IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE selaku Panit. 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel Ditelisik dari Wikipedia faham radikalisme merupakan sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.

AKP M. Ridwan, SH mengatakan aktifitas sosial media sangat besar peranannya terhadap informasi yang begitu cepat termasuk atas informasi yang bersifat hoak. Informasi hoak sulit dibendung walaupun didalamnya penuh dengan ujaran kebencian, hasutan, propaganda anti Pemerintah dan anti Pancasila, terlebih bila hoak tersebut dibungkus dengan ajaran agama. Hoak semakin mengekskalasi dan mengikis nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi

” Dalam menjalankan perintah agama tidak bisa diartikan sekedar sebagai prosesi ritual saja bahkan lebih dari itu, dapat mempelajari tatanan cara berinteraksi tentang keseimbangan kehidupan bersama saling menghargai sehingga akan terjadi kestabilan kehidupan. Agama mengajarkan umatnya untuk mewujudkan harmonisasi dan aturan sosial sebagai bagian dari indikator kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, termasuk dalam sikap beragama yang baik adalah dengan mentaati hukum serta peraturan sebagai bentuk kesalehan pada bernegara, sehingga cara beragama yang baik adalah yang berkomitmen mewujudkan tujuan bersyariah dengan mematuhi aturan hukum ” imbuhnya.

Salah satu peran ormas melalui dapat dilakukan kegiatan seperti ini sebagai salah satu bentuk pembentengan diri dari pengaruh faham radikalisme dan seiring dengan adanya indikasi bahwa embrio radikalisme sudah menyebar masuk kedalam sel-sel pemahaman prilaku masyarakat. Faham radikalisme sudah mulai melekat pada paradigma berpikir anak-anak remaja kita utamanya di tingkat SMA yang seharusnya masih mempelajari

Berbagai macam ilmu, dan ideologi. Dalam penutupnya IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE menambahkan mengutip kata bijak dari SYAIYIDINA ALI BIN ABI THALIB yaitu Al-haqqu bilā nidhomin qod yaglibuhu al-bāthilu bin nidhōm yang dapat diartikan  kebenaran yang tidak dimanage /dikelola /diorganisir bisa saja akan dikalahkan oleh kebathilan yang dimanage /dikelola /diorganisir.

( red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *