oleh

125 orang reaktif Rapid Antigen, Polres Bangka Bersama Satgas Gabungan & Yayasan Ponpes IC lakukan Pertemuan

DiksiNews.com –  Minggu, 14 Februari 2021, Pk. 11.00 Wib di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Islamic Center Lingkungan Ake Kelurahan Sinar Jaya Jelutung Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka dilaksanakan pertemuan terkait adanya santri yang reaktif dari hasil rapid antigen.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Gugus Tugas ( Gustu)  covid 19 Provinsi Babel Mikron Antariksa, Kepala Bais Provinsi Babel, Kepala BPBD Kab Bangka, Kabag Ops Polres Bangka Kompol Ricky Dwiraya Putra, S.IK, Kabid P2P Dinas Kesehatan kab Bangka ( Nora ), Sekretaris tim gugus tugas Covid 19, Sekretaris Yayasan Bahrul Ulum Islamic Center ( Drs Murzadi ), Danramil Sungailiat, Kapolsek Sungailiat, Kepala Relawan gugus tugas covid 19 Ujang, dan Kepala Sekolah MA pondok pesantren Bahlul Ulum Fahrizal, SE.

Dalam pertemuan tersebut, Murzadi Sekretaris Yayasan mengatakan bahwa awal mula kejadian tim kesehatan pondok pesantren menerima laporan salah satu anak yang mengalami keluhan.

“Pada hari itu langsung melakukan rapid antigen oleh RS Medika Stania Sungailiat kepada seluruh santri di pondok bahrul ulum,.” Ujarnya.

“Di hari senin selanjutnya akan ada tim kesehatan yg mengecek kesehatan anak tersebut, Sebanyak 121 orang santri dan 3 org pembina serta 1 orang petugas dapur yang hasilnya reaktif rapid antigen, Santri yg diisolasi tersebut diberikan vitamin dan makanan yg bergizi,” imbuhnya.

Disampaikan pula bahwa pada tanggal 15 Februari 2021 akan dilakukan Swab PCR yang akan didampingi Tim Gugus Tugas Covid 19 untuk seluruh anggota pondok pesantren, baik santri, guru pembina, hingga staf-staf pondok pesantren.

Selanjutnya sambutan Mikron Antariksa dari BPBD Prov. BABel dalam sambutannya memberika apresiasi terhadap apa yanh telah dilakukan pihak Yayasan Ponpes  IC

“Alhamdulilah kami mendengar dari pengurus pondok pesantren sudah melakukan langkah langkah untuk memutus rantai covid 19,” ujar Mikron.

“Kami akan mendukung apa yg menjadi kekurangan dan kami mengapresiasi apa yg telah dilakukan oleh pondok pesantren,.” Katanya.

Setelah itu, Nora dari Dinkes Kabupaten Bangka menyampaikan apresiasi terhadap apa yg telah dilakukan pengurus pondok mengetahui ada nya keluhan dan hasil reaktif Rapid Antigen

“Santri yang reaktif Antigen yang bergejala dan yg OTG harus dipisahkan,” tegasnya.

Kapolsek sungailiat didalam pertemuan  berharap kedepan agar pihak pondok pesantren tidak menutupi terakit adanya yg santri yg reaktif untuk memutuskan rantai Covid 19 dan segera berkoordinasi dengan tim gugus tugas covid 19.

” Kami siap menurunkan pengamanan untuk besok yg akan dilakukan swab terhadap santri yang reaktif,” tutupnya.

Penulis : Ikrar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.