oleh

Walikota Pangkalpinang Pinta Mahasiswa Kawal Pembangunan Jembatan Gantung Sampai Selesai

DiksiNews.com, Pangkalpinang — Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan dari PMII Pangkalpinang, MPTD Babel, Parindra, GMBB dan MAPAZALHI melakukan aksi damai dan pernyataan sikap mengenai robohnya Jembatan Air Kerabut yang menelan dana sebesar Rp 25.980.529.000 dengan nomor kontrak 01/SP/PUPR/2020, masa pelaksana tanggal 22 April sampai 17 Desember dikerjakan oleh PT Karya Mulia Nugraha yang mana hal tersebut roboh dalam masa pembangunan.

Aksi damai mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil yang akrab dipanggil Molen serta didampingi Kapolres Pangkalpinang, di halaman kantor Walikota, Kamis ( 12/11 ).

Walikota Pangkalpinang, Maulana Aklil mengungkapkan Alhamdulillah selama pemerintahan saya baru sekali ini mendemo saya, untuk itu saya bersyukur sakig bersyukurnya dari pagi saya menunggu dari jadwal jam 9.00 wib untuk menanti kehadiran mereka.

” Sudah saya sikapi cuma menghormati mereka kita akan laksanakan itu, tapi sebenernya sudah kita sikapi, tim sudah, mereka minta membentuk tim sudah dan jangan menyalahkan buaya,’ ya bener semuanya bener ” ungkapnya.

Lanjutnya, maklum la adik adik kita, kita penuhi keinginan mereka, malahan kita meminta untuk kawal pelaksanaan ini biar selesai. Pokoknya kita akan laksanakan agar pekerjaan ini selesai.

Sementara itu, Korlap ketua PMII Burkan mengatakan hal ini bisa dijelaskan secara nyata sesuai data, tidak berdasarkan omongan saja, bisa disandingkan atau dibandingkan dari hasil investigasi pihak kejaksaan atau pihak lainnya.

” Kalaupun hasil perbandingan ada perbedaan, artinya akan timbul pertanyaan-pertanyaan, diharapkan hasil investigasi tidak ada perbedaan sehingga hasil investigasi sesuai dengan di lapangan ” ujarnya.

Ia juga menegaskan untuk kedepannya, kami pastikan tetap terus mengawal, pengerakan kami apa yang disampaikan berjalan dengan baik.

Dalam aksi damai tersebut dibacakan sikap sebanyak 6 butir pernyataan salah satunya yang mengundang perhatian diantaranya, meminta kepada para pejabat yang bertanggung jawab terhadap robohnya Jembatan Air Kerabut ( Jerambah Gantung ) tersebut untuk tidak menyalahkan buaya sungai.

Karena Buaya sungai tidak mengerti apa apa tentang proyek pembangunan jembatan, tetapi marilah kita meminta pertanggung jawaban kepada Buaya darat,karena Buaya darat lah yang bisa memakan semen ,besi dan paku.

(Toto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *